Kamis, 24 Mei 2018

Penyebab Kesulitan Menelan


Zaman sekarang, banyaknya jumlah populasi masyarakat membuat konsumsi makanan pun meningkat. Bukan hanya itu, ragam makanan pun bermacam-macam. Inovasi yang diciptakan untuk para pencinta kuliner memberikan nilai positif dikalangan masyarakat. Lalu bagaimana jika ternyata ada sebagaian masyarakat yang justru kesulitan menikmati bermacam makanan karena adalah gangguan? Berikut ulasan tentang gangguan menelan dan penyebabnya.

• Disfagia adalah "keluhan sulit menelan, merupakan salah satu gejala kelainan atau penyakit di orofaring dan esofagus."
(Efiaty Arsyad Soepardi.2002.276)

• "dysphagia is a swallowing disorder characterized by difficulty moving food from mouth to stomactch, including all the behavioral and physiological aspect of the process."
Artinya:

"disfagia adalah gangguan saat menelan yang dikarakteristikan dengan kesulitan memindahkan makanan dari mulut ke stoma, yang melibatkan semua proses pada aspek behavioral dan fisiologikal."
(Froma P.Roth.2011.283)

Dapat disimpulkan jika disfagia adalah "gangguan menelan" yang mana hal tersebut membutuhkan kerjasama dengan otot wajah dan saraf untuk berbicara. Kerusakan pada otot/saraf di area orofaring dan esofagus justru membuat fungsi primer oral kurang maksimal.

Berikut beberapa penyebab yang mungkin bisa lebih diperhatikan ke depan agar dapat mencegah.

a) Left Hemisphere Cerebrovascular Accident (gangguan pembuluh darah kiri)
b) Right Hemisphere Cerebrovascular Accident (gangguan pembuluh darah kanan)
c) Brainstem Stroke (stroke pada batang otak)
d) Traumatic Brain Injury (trauma cedera otak)
e) Dementia (demensia)
f) Neuromuscular Disease (penyakit Neuromuskular)
g) Cancer (kanker)

(Ronald B. Gilliam.2011.207)

Disfagia juga bisa karena efek samping dari gangguan lain. Jadi mulai sekarang hati-hati terhadap pola hidup dan tingkah laku agar tidak merugikan kita di akhir

Sumber :

Efiaty Arsyad Soepardi dan Nurbaiti.Buku Ajar Ilmu Kesehatan Telinga Hidung
Tenggorok Kepala dan Leher. 2002

Froma P. Roth. Treatment Resource Manual for Speech-Language Pathology. 2011

Ronald B. Gilliam. Communication Sciences and Disorders : From Science to Clinical Practice. 2011

Apa itu Disartria?

Definisi Disartria
“Dysarthria term for a collection of motor speech disorders due to impairment originating in the central or peripheral nervous system” (Lucille Nicolosi, et al.2004.107)
Artinya :
“Disartria istilah untuk gangguan motor bicara karena gangguan yang berasal dari sistem saraf pusat atau sistem saraf perifer”

“Dysarthria. Speech disorder characterized by neuromotor paralysis, paresis, or dyscoordination of movement of the muscle groups that support speech” (Lee Ann C. Golper.2010.109)
Artinya :
“Disartria. Gangguan wicara yang dikarakteristikan dengan kelumpuhan neuromotor, kelemahan, atau kesalahan mengkoordinasikan pergerakkan kelompok otot yang mendukung wicara”

Merujuk dari 2 definisi di atas, dapat di simpulkan bahwa disartria adalah "gangguan wicara" yang diakibatkan karena kerusakan sistem saraf pusat yang menyebabkan kesulitan dalam berartikulasi dengan jelas.

Ingin mengetahui ciri khas penderita disartria biasanya kebanyakan ada pada penderita stroke. Berikut beberapa ciri khas penderita disartria:

Karakteristik Disartria
Menurut Jack S. Damico et al :
Flaccid Dysarthria
Respiration: short expiratory
Phonation: breathy/harsh voice quality, reduced loudness, low pitch
Articulation: imprecise consonanis, advanced tongue posture, hypernasality
Prosody: slow rate, monotonous speech
(Jack S. Damico et al.2010.368)

Artinya :
Disartria Flaccid
Respirasi: siklus ekspirasi pendek
Fonasi; desah/kualitas suara yang keras, kenyaringan kurang, nada rendah
Artikulasi: konsonan tidak tepat, postur  lidah besar, hipernasalitas
Prosodi: tingkat yang lambat, ucapan monoton

Menurut Debbie Feit :
Slow, slurred, garbled, imprecise speech that is difficult to understand
Inconsistent speech errors
Articulation becomes less clear as the length of a phrase increases
Inconsistent rate of speech because of poor motor control
Limited tounge, lip, and jaw movement
Inconsistent rhythm of speech
Hoarseness or breathiness
Drooling
Chewing and swallowing difficulties
(Debbie Feit.2007.72)
Artinya :
Lamban, cadel, kacau, ketidaktepatan dalam berbicara sehingga sulit untuk dimengerti
Kesalahan artikulasi yang tidak konsisten
Artikulasi menjadi kurang jelas sepanjang meningkatkan frase
Kecepatan bicara yang tidak konsisten karena kontrol motorik yang jelek
Pergerakan lidah, bibir, dan rahang yang terbatas
Ritme berbicara yang tidak konsisten
Serak
Mengences
Kesulitan mengunyah dan menelan

Sumber :

Lucille Nicolosi. Terminology of communication disorders : speech-language-hearing. 2004

Lee Ann C. Golper. Medical Speech-Language Pathology: A Desk Reference (clinical competence).2010.

Jack S. Damico et al. The Handbook of Language and Speech Disorders.2010.

Debbie Feit. The Parents Guide to Speech and Language Problems (Paperback).2007.